Sebuah Keadaan……

Sebuah Keadaan……

Aaaaahh….. Seiring kocokan tanganku pada tititku, bertebaranlah spermaku di lantai kamar mandi dan dinding.
terimakasih sayang, aku mandi dulu ya kataku
ya udah sayang aku juga uda squirt …. ya kan, jadi basah deh spreiku ujar meli, kekasihku.
bai bai, lopyu kataku berpisah

Ya beginilah ritual ku sama tunanganku kala sange salah satu dari kami melanda. Aku yang berada di jepang sedang melanjutkan sekolah s2 dan tunanganku yang sedang bekerja di jakarta. Kehidupan sex kami cukup intens ketika masih kuliah dijakarta, dan terpaksa kami berpisah karena ada tawaran beasiswa dari Perguruan Tinggi di jepang untukku. Sebelum berangkat memang kami bertunangan untuk mengikat kami. Tapi hasrat yang biasanya bisa kami tuntaskan dengan bertemu, terpaksa kami lanjutkan dengan skype, tapi itu cukup buat kami.
Setelah mandi, aku lanjutkan kegiatanku dengan bersih2 apartemen, biasalah kegiatan tiap sabtu setelah senin-jumat kegiatan di lab dan kampus. Dan dilanjutkan dengan buang sampah yang kebetulan sabtu pagi adalah untuk sampah basah. Penempatan sampah juga di kantong plastik dan ditaruh di tempat dekat apartemen. Sekembalinya dari menaruh sampah sepertinya aku melihat cewe yang kukenal, yaaaa dia Park cho dae asal korea. Memang kelasku ada beberapa dari luar jepang (korea,cina,tunisia, mesir, malaysia dan beberapa yang lain)

hai cho san, lagi ngapain disini? (sengaja aku translate buat para suhu, daripada para suhu buka kamus)
hai ipang san, lagi nunggu kim san (kim hei ryung), mau merayakan imlek ditempat anak2 cina di apartemen itu sambil nunjuk apartemen, yang kebetulan sama dengan apartemenku.
loh, sama denganku dong dengan apartemenku pura puraku terkejut karena memang diapartemen itu banyak mahasiswa cina cowo, tp aku gak gitu akrab.
oh ya…. kebetulan dong, aku kebelet pipis, bisa ketempatmu? Si kim san masih dikereta
ayo, daripada nanti kamu pipis di taman situ malah dikira guguk, banyak yang mau piara candaku
dasar kamu ya sambil tangan cho menjiwit lengan kiriku. Dan belum sempet cho menarik tangannya, tanganku yang ingin menepisnya malah terkesan membelai tangannya. Ups, dalam hatiku, jangkrik alus banget

Sampai di apartemen aku persilahkan langsung ke KM, karna memang cho sedang kebelet banget, dan aku lajutkan merebus air buat teh. Setelah selesai semua, kok cho lama banget di KM, akupun setengah kuatir ntar doi pingsan menghisap bau bokerku setelah coli tadi.
cho….cho kamu gak apa apa?
mmmmhhhh ghaak pha pha balasnya

Ah knapa dia malah tersengal sengal nafasnya… ku kira di sesak nafas. Dan ku buka pintu WC tsb (karna memang kunci wc tsb memang rusak dan aku gak perbaiki karna aku sendirian di apartemen). Setelah kubuka, ternyata cho sedang memegang majalah pornoku ditangan kirinya dan sedang mengobel memek makai tangan kanan, rok panjang yang di angkat sampai pinggang dan cho gak menutup memek dengan bulu lebatnya. Aku hanya bisa terpana dengan pemandangan ini, dan aku segera masuk dan mencium bibir mungilnya, yang kukira bakal di tolak, cho malah menyambut dengan panas. Majalahpun dijatuhkan kelantai dan segera memelukku. Dan dia yang duduk diatas tutup kloset, kedua kakinya dengan cepat melingkari pinggangku dan terpaksa aku berlutut di depannya dengan tangan kananku membelai memeknya yang sudah basah.

Badannya yang mungil (155,46,34d) dengan mudah aku menggendongnya ke ruang tengah. Aku letakkan perlahan diatas karpet depan tv. Dimana bibir kami saling melumat, tangan kiriku membelai dan meremas payudara kanannya dari luar tshirt dan tetap mengobel memek yang semakin basah. Antara rasa bersalah dengan tunanganku dikalahkan libido tinggiku.
Kakinya yang tak lagi melingkari pinggangku terkadang mengangkat pantatnya saat jari tengehku menusuk perlahan memek dan menyentuh clitnya. Setelah ciuman yang panas, aku coba melepas ciumannya dengan menjilati jenjang lehernya, erangan demi erengan mulai dikeluarkannya, diiringi terkadang belaian kepadaku.

Jilatanpun semakin turun, kusibak tshirtnya dari bawah dan kubuka kaitan bh nya, dan ku tarik keatas. Nampak jelas 2 gundukan yang menantang dengan punting pink agak coklat muda. Kedua tanganku pun segera menangkap kedua gundukan itu dan meremasnya seraya lidahku memainkan punting kanan dan kirinya. Tangan kiri cho segera memegang tangan kananku dan mengarahkan ke memeknya. Kukobel kembali memeknya yang sedikit mengering, tapi basah didalam. Kedua tangan cho pun blingsatan antara menjambak dan membelai.

Setelah cukup (kurasa) bermain dengan kedua payudaranya, akupun mulai menjiatin perutnya, dan terus turun kebawah melewati lipatan roknya dan sampai pada garis atas memeknya. Bau yang khas wanita yang kurindukan semakin meningkatkan gairahku. Kumainkan lidah di clitnya dengan sapuan atas-bawah terkadang dengan sedikit sedotan dan gigitan ringan semakin membuat cho blingsatan. Yang pada akhirnya kusadari karpetku sudah basah.

Segera aku berdiri dan menurunkan celana trainningku beserta celdamnya, dan tuink titit yang cuma 12cm (rerata ukuran asia) sudah mengacung. Cho yang melihat itu segera bangkit duduk dan mengoralnya, tapi gak berapa lama dioral aku minta dilepas lain kali kalo mau oral ya, sudah gak tahan pengen penetrasi ujarku. Cho pun rebah kembali dan mengangkang sedikit lebih lebar, agar lebih mudah bagiku penetrasi.

Kumasukkan perlahan, baru sadar ternyata ada sedikit jenggernya, pantesan saat dihisap kok ada yang seperti cendol. Kumasukkan 2cm, ditarik 1 cm, masuk lagi 2cm dan tarik 1cm…. kulihat cho mulai mendesah kembai dan menjambak rambut panjangnya… sampai akhirnya kumasukkan sampai pangkalnya. Aku dia sebentar sambil membuka jersey bolaku.

aaugh pekik tertahanku kala cho meremas kedua sisi pinggangku disertai getaran tubuhnya…. apakah cho sedang O? Kucoba maju-mundurin pantatku dan kulihat lelehan agak putih di titit, ternyata doi O beneran. Kuberi senyum kemenangan dan cho pun tersenyum serta menarik kepalaku, kembali kita berpanggutan. photomemek.com Kugerakkan titit masuk dan keluar dengan sedang, pelan dan cepat bergantian diiringi remasan tangan kananku ke payudara kirinya, dan semakin keras erangan cho. (kuatir aja tetangga partemen denger). Akhirnya pelukan cho semakin erat dan kakinya yang semakin melingkar kuat menyertai lenguhan panjang cho.

(untung tadi uda crot waktu skype jadi bisa agak lama… hehehe)

Cho pun mencoba melepaskan diri (waduh kok sudah, aku kan belum ….. pikirku), ternyata cho melepas rok panjang dan tshirtnya (wow…. perfect body like miyabi, hahaha) dengan pelan berubah nungging, terpampang pantat putihnya dengan anus yang agak gelap. (Ntar aja deh di anal yang V nya masih enak) kuelus labia mayoranya dengan paltit (kepala titit), desahan perlahan mulai terdengar, tak lama dan aku pelan pelan masukin kembali, rasa menjepit itu bikin aku gak konsen. Kupegang panggulnya dan kugerakkan maju mundur titit ini, semakin lama semakin kugerakkan cepat membuat sensasi yang semakin sangat enak diiringi desahan cho… akhirnya rasa pengen crot itu gak bisa kubendung. Seiring erangan cho yang kembali mengeras akupun memasukkan sedalam dalamnya dan kutahan sebentar, setelah itu kucabut dan crot dipantat dan punggungnya (main safe man)

Kemudian cho ambruk tidur tengkurap dan akupun ambruk diatasnya, dimana perutku dan punggungnya terkena sperma.
Setelah beberapa saat aku berpindah tidur terlentang disampingnya, arigatou…… desahnya, dan akupun hanya bisa tersenyum.

Beberapa saat kemudian dia beranjak mengambil handuk di gantungan KM dan segera berbasuh untuk berbasuh, serta kulihat memang tubuhnya luarbiasa, seperti JAV. Sekembalinya dr KM, cho memeriksa jam, ternyata hampir jam 10AM. Diapun bergegas pamit, aku segera mengambil handuk yang dipakai cho dan melilitkan di pinggangku. Tak lupa arigatou, maaf sudah lancang tadi basa basiku. Diapun memelukku dan tersenyum its ok katanya.

next ya kata cho seraya mengelus titit yang masih setengah berdiri, dari luar handuk. Kemudian cho membuka pintu dan keluar meninggalkanku (apa maksudnya omongan barusan ya) pikirku.
Dan tak kupikirkan lagi, ku anggap rejeki sekali dan terakhir. Akupun mandi, selesai mandi pake jersey dan training lagi serta mulai membersihkan ceceran cairan cinta cho dan aku yang terserakkan di karpet. Dan diakhiri buat ramen untuk sarapan.

Ting Tong ting tong ting tong ting tong….. bunyi bel pintu apartemen,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Related posts