Rahasia Yeni

Rahasia Yeni

Yeni pusing. Pelipis kanannya berdenyut menjalar sampai kepala belakang, sudah minum Paramex 2 butir tapi rasa sakitnya belum juga reda. 3 bulan terakhir ini dia memang sering pusing begitu, dan sebenarnya dia tahu betul apa sebabnya. Sejak dipecat Pak Haji Imron 5 bulan lalu, Igun suaminya tak kunjung dapat kerjaan tetap. Paling paling nyerep temennya, sementara kebutuhan rumah tangga tetap aja keluar, udah irit sana sini tetap aja terasa kurang dan karena itu sejak 3 bulan terakhir ini dia jadi sering pusing.

Sebelum jam 8 pagi suaminya udah pergi ke pangkalan, Yeni maklum suaminya tentu berharap ada yang bisa dikerjakan disana, siapa tahu mungkin ada temen yang berhalangan jadi dia bisa gantikan, tapi Yeni juga tahu kalau lagi tidak ada kerjaan paling suaminya nongkrong di warkop nya bulek Soman, ngobrol sambil ngopi dan merokok klepas klupus seperti kereta api. Melihat semangat kerja suaminya kadang Yeni trenyuhcuman sifat keras kepalanya itu yang kadang bikin orang gak tahan sama mas Igun. Menikah 10 tahun lebih, ditambah masa pacaran hampir 3 tahun Yeni tahu betul watak suaminya. Salah satu sebab mas Igun di pecat ya sifatnya yang keras kepala itu. Dulu waktu jadi supir buahnya pak Haji dalam sehari suaminya bisa melangsir sampai 4 kali, setiap langsiran mendapat upah 100 ribu, pokoknya setiap petang sepulangnya dari kerjaan Igun menyetor paling sedikit 300 ribu lah pada Yeni untuk digunakan belanja segala keperluan rumah tangga termasuk buat bayar kreditan ini itu dan bayar sekolah kedua anak mereka, Aini yang besar kini sudah kelas 6 SD sedangkan Arif sibungsu kelas 4. Yeni bukanlah istri yang boros, dengan teliti ia menggunakan semua uang penghasilan suaminya, selebihnya ditabung.

Sekarang, setelah tidak lagi membawa truk buah pak Haji belum tentu setiap hari Yeni mendapat setoran duit dari suaminya. Kadang dapat kerjaan, kadang tidak. Sekalinya dapat, upahnya sebagian dipakai buat bayar utang rokok dan kopi di warkop bulek Soman pas lagi gak ada kerjaan, dan Yeni jadinya hanya menerima jauh lebih sedikit ketika Igun pulang kerumah petang harinya. Begitulah yang terjadi 5 bulan terakhir ini.  javcici.com
Mas Igun dipecat karena mendebat pak haji. Yeni gak tahu detail masalahnya apa, dan dia pun tidak berani mengorek cerita dari suaminya, takut suaminya makin emosi. Dari cerita Paimin kawan suaminya, mas Igun ga salah sebenernya, cuman taulah Haji Imron kan orangnya memang keras, jadi keras ketemu keras, ujungnya jadi masalah harga diri. Gak kerja ama Haji Imron juga masih bisa hidup, begitu kata suaminya kala itu, dan Yeni hanya bisa pasrah mendengarnya.
Dan setelah 5 bulan berlalu keadaan ekonomi mereka bukannya makin membaik. Tabungan Yeni pun kini sudah kandas. Beberapa kreditan ada yang sudah mulai jatuh tempo dan belum terbayar, setengah mati Yeni meyakinkan tukang kredit yang datang untuk memberinya tempo seminggu atau 2 minggu lagi, untunglah mereka semua berbaik hati dan memberi tempo, tapi sampai kapan minta tempo begitu? Dan sampai kapan dia bisa dapat dana untuk melunasi kreditan kreditan itu? Pening kepala Yeni makin menjadi jadi.

Kamu mau nggak Yen kerja jaga anak sambil bersih bersih rumah Yeni teringat kata-kata mbak Susi pemilik warung sayur pagi tadi pas dia belanja, temennya curhat kalau peningnya bener bener udah ga ketahan lagi. Yeni sendiri heran, kalau dia menceritakan masalahnya sedikit, peningnya emang langsung berkurang, dan Yeni hanya curhat sama mbak Susi.

Gak tinggal disitu kok, kamu datang pagi doank sebelum jam 9 mbak Susi berkata lagi. Masak, bersih bersih rumah sama jaga anak kecil umur 2 tahunan gitu. Jam 2 dah pulang itu ibunya kamu bisa pulang, laki bini kerja ntu orang
Gajinya 900 ribu sebulan
Hari libur dan tanggal merah kamu prey

Yeni tersenyum kecut. Ngga kebayang dia ditawarin kerjaan kayak gitu, apa bedanya dengan babu, mana gajinya segitu lagi

Mas Igun pasti ngga ngizinin mba jawabnya saat itu. Dan itu benar. Dia yakin sekali suaminya yang punya hargi diri tinggi begitu, walau miskin pasti ngga akan mengizinkan dia bekerja seperti itu. Apalagi nominal gajinya segitu, ampun dahh.

Iya ya kecil banget gajinya mba Susi kemudian tertawa. Lantas mereka ngobrol ngobrol hal lain. Beberapa emak emak yang sebaya mereka berdatangan belanja, trus ikutan nimbrung, biasalah emak emak kan emang gitu, untuk sesaat tenggelam dalam obrolan gossip emak emak pening kepala Yeni pelan pelan hilang.
Pukul 5 sore Yeni udah selesai masak dan bersih-bersih rumah. Aini dan Arif juga udah mandi dan sekarang lagi nonton diruang keluarga. Sebentar lagi Mas Igun pulang. Sambil bersiap hendak mandi Yeni teringat obrolannya dengan Elis tetangganya beda komplek pas diwarung mba Susi.

Sama seperti dirinya, suami Elis juga kerjanya mirip dengan Mas Igun. Sama sama nyerep dipangkalan truk buah dekat Pabrik Kelapa Sawit. Tapi Yeni bisa menilai kalau Elis tidaklah mengalami masalah seperti yang dialaminya. Pakaian Elis selalu modis, Hape nya juga keren dengan kuota yang selalu cukup. Cincin emas, gelang dan kalung dengan ukuran cukup besar juga selalu dikenakannya kalau lagi belanja sayur. Belum lagi tongkrongannya, baru ganti dari Mio sekarang Nmax, dengar dengar harga nya sampai 30 juta. Sambil mandi Yeni memikirkan kata-kata Elis tadi pagi di warung. Elis ini ramah orangnya, walau penampilannya berkecukupan ngga segan dia nyapa duluan, sama Yeni dia juga ramah. Sering mereka ngobrol ngalor ngidul pas lagi belanja. Hingga kemudian :

Ya udah Yen..yuk nanti kapan kapan kita nongkrong cantik deh
Yeni terkejut.
Nongkrong apaan sih Lis
Nongkrong di Fruity Frozen. Aku biasa ngopi disana biar ga suntuk seharian dirumahkalau ngga suka ngopi kamu ngejus aja deh
Kamu biasa nongkrong ama siapa disitu.?
Kalau Nanang ngga sibuk kadang ama dia dan Pian Elis anaknya baru 1, sama seperti Aini, masih kelas 6 cuman beda lokal aja. Nanang suaminya dan Pian adalah nama anaknya. filmbokepjepang.com
Tapi kalau siang aku keseringan sendirian aja Yen

Yeni dan anak-anak pernah diajak Mas Igun beberapa kali makan di Fruity Frozen. Tempatnya bagus emang buat nongkrong dan menunya enak-enak. Harga menunya juga gak mahal-mahal amat. Tempatnya dikota, setengah jam kalau naek sepeda motor.

Cuman Yeni ngga pernah kepikiran nongkrong ditempat itu tanpa suaminya, atau minimal sama anak-anaklah, makanya fakta kalau temannya Elis sering nongkrong sendirian disana mengusik pikirannya. Baru selesai mandi dan berpakaian, suara motor Igun suaminya terdengar memasuki pekarangan, tersenyum senang Yeni beranjak ke depan.

Siang itu setelah selesai masak dan beres beres rumah akhirnya Yeni pergi juga dengan Elis. Masing masing naek motor. Kata Elis biar nanti pulangnya langsung jemput anak pulang sekolah, anak sekolah pulangnya sekitar pukul 12.30. Lagian sekiranya kalau salah satu ada keperluan mendadak kan enggak kehalang karena boncengan.
Sebelum pergi Yeni sudah memberitahu Mas Igun lewat hape, tapi entah kenapa ia justru mengarang cerita bahwa Elis minta tolong mengantarnya kontrol ke dokter gigi, Elis hanya tertawa saat mendengar Yeni menjelaskan bagaimana dia mengarang cerita pada suaminya.

Emang mas Igun marah ya kalau tau kamu nongkrong disini amaku Yen
Ga enak aja Lis Yeni menyedot pipet jusnya Soalnya aku belum pernah kayagini..
Kayagini gimana.
Ya nongkrong gini,,,,biasa akukan ama Mas Igun atau ama anak-anak lah
Lha terus kalau ada yang liat kita nanti disiniterus dibilangin ama mas Igun gimana?
Ya bilang aja dokter giginya mendadak tutup lho, trus karena laper dan haus kita makan disini sebelum pulang
hehehe nakal kamu yach
Apaan see, biasa aja kaleee

Yeni ngga tahu kenapa dia memutuskan untuk berbohong. Sesaat perasaannya menjadi tidak enak, tetapi kemudian Elis dengan mudahnya mengubah suasana canggung menjadi mengalir begitu saja. Dengan mudah mereka berdua kemudian ngobrolin banyak hal dan Yeni menjadi takjub, ternyata nongkrong begitu rasanya sangat menyenangkan, suasana hatinya menjadi gembira dan semangatnya kembali seperti dulu lagi. Mungkin benar kata orang, bahwa kesedihan dan kegembiraan itu menular. photomemek.com
Beberapa kali nonkrong bareng Elis hubungan pertemanan mereka jadi dekat. Walau begitu di warung nya mba Susi mereka tetap bersikap biasa biasa aja. Elis udah wanti wanti sama Yeni untuk tidak menceritakan ke group emak emak rempong warung mba Susi kalau mereka berdua sering nongkrong di Fruity Frozen, payah gossip nya jadi yang enggak enggak nanti, begitu kata Elis, dan Yeni setuju itu. diapun berpikiran sama.

Dan lalu, sampai suatu hari tiada lagi rahasia diantara mereka berdua. Semua kartu pelan-pelan diletakkan dimeja, dan terbuka.

Sekarang Yeni paham. Kenapa dengan suami yang memiliki pekerjaan yang sama, tetapi secara ekonomi Elis jauh lebih mapan dari ekonomi rumah tangganyadan fakta itu mengguncangkan Yeni.

Aku melakukannya untuk membantu Nanang, Yen dan demi masa depan Pian.
Cuman dia ga perlu tahu. Aku bilang sama dia kalau aku jualan Onlinedan memang sebenarnya aku jualan online. Tapi pemasukan terbesar ya itulah Yen

Yeni terbaring diranjangnya. Menatap plafon kamarnya. Dihirupnya napas dalam dalam untuk mengisi dadanya yang sesak.

Aku juga ga sembarangan Yen. Syarat utamanya hanya yang udah berkeluarga. Itupun cuman komunikasi pakek WA doank aku ga mau kasi nomer hape pribadiku. Kalau setuju transferterus selanjutnya aku yang ngabarin kapan dan dimana bisanya
Emang berapaan sih dikasi
Tergantung servisnya Yen
Maksudnya.
Kalau ngentot biasa aja ama isep isep gitu 500ribu
Hhaaa
Paling lama 3 jam Yen. aku bebasin selama 3 jam itu dia mau ngentotin aku berapa kali juga terserah. Makanyanya itu mereka suka. Aku ngga pernah mau kalau nginap, apalagi kalau diajak ajak keluar kota
Terus kalau servis yang laennya gimana
Permintaannya macem macem see.ada yang minta kalau nembak, nembaknya dalem mulutada yang minta aku nelen maninyakalau udah kayak gitu aku minta sejuta
Gilak.
Maen diburid juga aku sanggupi Yen. Aku minta sejuta juga kalau itu

Yeni merasakan perutnya mulas. Membayangkan Elis lagi nungging, terus disodomi ama laki laki yang baru dikenalnya

Tapi yang paling aku suka sebenernya ya Yen.kalau ada yang minta ngentot bertiga. Cowonya 2 terus aku sendirianuuggghhh rasanya nikmat banget Yenkayak kita jadi ratunya deh. Tapi aku pura puranya nolak dulu

Yeni duduk, melepaskan pandangannya melintasi jendela kamar, melihat pekarangan samping rumahnya yang ditumbuhi rumput Jepang.

Kalau dientotin 2 cowo sekaligus gitu aku minta 2 juta.

Yeni mengusap wajahnya yang terasa panas. Nelen air mani, disodomi, terus dientot ama 2 cowok sekaligus.ElisElisngga nyangka benerYeni merasakan tengkuknya merinding.

Kamu ngga merasa bersalah ama Nanang Lis.
Ya gimana lagi see.kan udah kubilang aku ngelakuinnya demi dia dan masa depan anakku. Setiap aku akan melakukannya, aku selalu bilang gitu dalem hati. Lagian itu cuman seks ajahanya badanku aja yang mereka nikmati, perasaan, cintaku dan semua hatiku tetap milik Mas Nanang.
Nanang ngga curiga?
Kan pagi lho gitunya paling lama jam 3 sore dah kelar.
Ga ada telfon-telfonan. Ga ada kangen-kangenan, sayang sayangan segala macam, sms atau semacamnya. Kalau dirumah WA ku non aktif.
Terus gimana ceritanya kamu bisa kenal sama cowok cowok itu.
Facebook.

Yeni udah berhenti online sejak 3 bulan yang lalu. Lagian facebooknya juga ngga terlalu banyak teman. Teman laki laki bisa dihitung dengan jari, paling saudara saudara nya saja. Bahkan mantan teman sekolahnya yang laki lakipun tidak dijadikannya teman.

Masak Nanang ngga curiga..itu buridmu dipake juga pasti melar donk..
Kan kalau campur ama Nanang lampunya dimatiin see
Lagian udah lama banget kalau campur cuman ditindih doanksebentar digoyang terus nembak langsung ngloyor kan.
Yeni tersenyum simpul. Sama bener ama Mas Igun suaminya. Yeni bahkan sampai lupa kapan dia orgasme terakhir kali, semuanya kini terasa begitu datar. Benar benar seperti ia menjalankan kewajiban rutin aja.
Yeni penasaran. Semua obrolannya dengan Elis berputar-putar dikepalanya. Membuatnya sering bengong dan jauh didalam hatinya entah kenapa dia mulai merasakan sensasi aneh yang dia sendiri ngga ngerti itu sebenarnya apa.

Suatu kali Yeni yang penasaran akhirnya bertanya juga.
Rasanya gimana sih, Lis
Hemmmm
Itukamu ngelakuin dengan bukan suamimu
Awalnya biasa aja Yen Yeni ingat saat itu sorot mata Elis seperti menerawang..
Tapi lama lama aku sukakayak ketagihan gitu,,,,
Hahhhh
Iya yen. Ya ampun itu orang kontole sak jaran kabyehh hahahah Elis terbahak, Yeni ternganga.
Pernah aku tanyaksaking penasarane, itu diapain sih kok bisa gedi gitu,,,keras dan tahan lama lagi hahaha kembali Elis terbahak.
Terusss
Lha katanya emang dari sononyaama sering ngentot doank. Itu kontol kan otot, jadi sering dipake gitu ya makin gede, makin tahan hahhaha
Gemblung gemblunghahahah

Elis emang cantik. Kulitnya putih. Perawakannya juga seksi dengan pinggul yang lebar dan pantat padat tonggek kebelakang, akibat keseringan di doggy kali ya. Perutnya kecil tapi agak berlemak dikit, yang mana itu membuatnya makin terlihat seksi. Payudaranya juga besar dan montok. Rambutnya yang sebahu dikasi cat coklat gelap.
Soal wajah sebenarnya Yeni jauh lebih cantik dari Elis, selain lebih tinggi, Yeni juga montok padat tubuhnya. Payudara, pinggul dan pantatnya jauh lebih indah dan semok dari Elis. Cuman selama ini ketutupan ama baju daster kegedean yang selalu dikenakannya sehari-hari.

Kamu kok cerita semuanya ke aku Lis
Aku ngga tahan nyimpen ini sendirian Yen.
Tak lihat kamu ngga terlalu banyak omong kalau di tempat mba Susi. Cuman dengerin aja, paling kamu ngomong kalau ditanyak .
Terus kamu juga ngga pernah nyeritain orang tak perhatikan.
Yeni termangu.

Ngga terasa udah hampir 2 bulan pertemanan Yeni dan Elis. Kadang, dihari hari tertentu Yeni tidak melihat Elis diwarung mba Susi, pas ditelfon nada deringnya nyala tapi ngga diangkat. Yeni maklum, mungkin Elis lagi gituan. Sementara itu keadaan pekerjaan Mas Igun juga masih begitu begitu saja. Elis yang mengetahui masalah yang dihadapi Yeni beberapa kali memberi pinjaman pada Yeni, memaksa pula padahal Yeni sama sekali ngga bermaksud meminjam, bahkan sampai menolak. Bukan ngga butuh uang, tapi bagi Yeni pertemanan itu bisa rusak kalau diisi dengan kebiasaan meminjam uang.

Ini bukan minjem. Kamu pake aja dulu Yennanti kalau udah ada ya pulangin toh
Ehhh ngga usah gitu Liskayaknya kerjaan Mas Igun dah mulai lumayan deh
Halllaaahhh udah nih tak tarok dimeja ya

Yeni ngga bisa ngomong lagi. Ini udah kali ketiga Elis membantunya. Nanar dilihatnya amplop putih diatas meja. Beberapa kreditannya emang beberapa hari lagi jatuh tempo. Selama ini dia menghemat luar biasa untuk bisa melunasi semuanya. Yeni malu, setiap mereka nongkrong bareng, emang dia ngga pernah keluar duit, Elis memaksa mentraktir.

Yeni tak pernah bertanya mendetail soal gituannya Elis. Dia hanya merespon kalau Elis yang cerita duluan. Sebaliknya Elis juga ngga pernah cerita banyak soal kerjaan sampingannya itu. Bagi Yeni itu cukup menenangkan, karena sempat terbersit dalam pikirannya suatu kali Elis pasti akan mengajaknya untuk melakukan hal itu, ternyata Yeni salah, Elis bukanlah tipe orang seperti itu, yang tega menjual sahabat sendiri. Dari situ Yeni menyimpulkan Elis adalah sahabat yang baik, yang memang cuman kesepian, dan membutuhkan orang yang bisa dipercaya untuk berbagi, dan orang yang tepat itu adalah dirinya.

Hari ini pusing kepala Yeni kumat lagi.
Padahal semua kreditannya udah aman tertutupi pinjaman uang dari Elis. Kata-kata temen baiknya itu terus berputar-putar dikepalanya.

Kalau ngentot biasa, sama isep isep aku dikasi 500 ribu.
Kadang ada yang minta nembak dalem mulut..minta maninya ditelen. Kalau yang begituan aku minta 1 juta.
Tapi paling enak kalau ngentot bertiga. Cowonya 2, aku sendiriankalau itu dikasi 2 juta
Maen burid juga aku sanggupiYen. Kalau itu sejuta perak.
Gituannya pagi. Paling lama sampe sore jam 3
Duitnya ditransfer duluan.
Aku melakukannya demi Nanang Yendan masa depan Pian
Awalnya biasa ajatapi lama lama kok ya aku kayak ketagihan
Kontole sak jaran kabyehhh hahhahah.

Dalam gelisah yang aneh, Yeni memejamkan matanya. Berbaring tak bergerak diatas ranjang pengantinnya. Ia berusaha membuang kata kata Elis yang berseliweran dikepalanya, tapi yang muncul dalam benaknya justru cincin cincin emas yang melingkari jemari Elis. Gelang yang menghias pergelangan tangan kiri sahabatnya itu, dan kalung emas yang tersampir dileher putih mulus Elis. Terakhir motor Nmax anyar temannya itu juga membayang begitu jelas.
Pusing kepala Yeni makin menjadi-jadi.

Dan disinilah sekarang Yeni berakhir.
Dari jam 9 pagi mereka berdua bergerak. Yeni bilang sama suaminya pergi ke Suzuya ngantar Elis nyari orderan online. Meninggalkan sepeda motor masing-masing diparkiran samping, mereka kemudian bergerak ke basement parkiran. Bak film film detektif tanpa banyak menarik perhatian orang, kemudian menyelinap ke dalam sebuah mobil dengan kaca film hitam legam tak tembus pandang, dan meluncur.

Yeni merasakan jantungnya berdegub kencang. Dipegangnya sandaran sofa dan menatap cermin besar didepannya. Posisinya sekarang menungging diatas sofa, celana panjang berikut celana dalamnya udah tergulung dilutut. Disebelahnya Elis juga sama, dan saat ia melirik Elis, temannya itu tersenyum.

Namanya Pak Edi. Elis bilang ngga usah banyak bicara. Ikuti aja apa kata-katanya. Dari cermin besar didepannya Yeni melihat tampang pria itu. Umurnya mungkin udah lewat 50 tahunan, tapi perawakannya masih gagah. Dengan kumis tebal melintang, sepintas mirip Saddam Husein, tampak berwibawa dan cool, apalagi dari tadi Yeni belum juga melihat pria itu tersenyum.
Sepanjang jalan tadi pria itu juga diam. Masuk parkiran belakang hotel dan langsung memberi Elis kunci kamar. Setelah ia dan Elis masuk, Pak Edi ini menyusul 15 menit kemudian. Datang-datang langsung mengatur 2 sofa yang ada dikamar itu berjejer didepan cermin, dimana Elis dan Yeni kemudian naik keatasnya dan menungging.
Tanpa basa basi perkenalan segala macam, Yeni terperanjat saat dengan santainya Pak Edi mempreteli kancing celana Elis, melorotkan sekalian celana sekalian CD nya sampai dengkul. kemudian diapun mengalami hal yang sama.

Lebat banget. Ngga pernah dipotong ya

Suaranya dalam dan berat, seksi banget. Melalui cermin dilihatnya Pak Edi menatap pantat telanjangnya yang menungging. Yeni tercekat, Saddam Husein ini sedang mengomentari bulu jembutnya yang emang tebal gak beraturan.

Iyaehhh .. Yeni yang mau menjawab seketika terdiam ketika merasakan telapak tangan kiri kasar Saddam Husein itu mendarat di pantatnya yang telanjang. Bagai tersengat listrik spontan ia mengejang. Seumur umur ngga pernah kepikiran dia akan menungging dengan celana dan cd melorot sampai dengkul begini dihadapan laki-laki yang bukan suaminya. Bahkan didepan suaminya pun menurutnya tak akan pernah dilakukannya, dan itu membuat darahnya mengalir lebih cepat.

Dan sekarang telapak tangan kiri pria itu meremas lembut pantatnya, Yeni sudah bisa menebak apa kelanjutannya, tapi tokh dia menggigit bibirnya juga saat merasakan telapak tangan kanan pria itu menyelinap kecelah pantatnya, jantungnya berdebar makin keras saat memeknya diremas lembut.

Pertama kali dia ini lho pak Yeni melihat Elis mengedipkan matanya. Si Saddam Husein hanya mendengus, sesaat ia terus merogoh-rogoh memek Yeni lalu mulai jongkok.
Desahan Yeni pecah saat lidah kasar si Saddam Husein mulai menjelajahi lubang tai nya, menjalar membelah kerimbunan bulu jembutnya. Mencungkil bibir memeknya yang dirasakan seketika menebal akibat menampung aliran darah yang sontak membanjiri kewanitaannya dirangsang demikian. Rasanya enak sekali, tanpa sadar pantat Yeni bergerak-gerak seiring irama jilatan si Saddam Husein.
Seperti orang kepedesan makan cabe Yeni makin tak mampu mengontrol desahannya. Tubuhnya menggelinjang antara sensasi geli dan nikmat tiada berperi yang baru kali ini dirasakannya. Pantatnya makin menungging, perutnya meliuk liuk setiap kali lidah pria itu mendarat, kepalanya lemah terkulai disandaran sofa, pahanya secara otomatis membuka, memberi akses sepenuhnya lidah Saddam Husein ini merangsek membelah memek tebalnya, dan saat beberapa kali ujung-ujung lidah kasar itu menyapu itilnya yang sudah membesar dan mengeras, tanpa dapat dicegah lagi tubuh Yeni mengejang dan sebuah kedutan hebat seketika melanda otot otot pinggul dan memeknya.
Ia orgasme bahkan sebelum disetubuhi. Yeni terbelalak. Mulutnya ternganga berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

Masih terkejat kejat menikmati sisa sisa orgasme tadi, Yeni melihat bagaimana pria itu berdiri dan bergerak menuju Elis. Temannya itu masih nungging dan santai saja saat Saddam Husein melepas kancing celananya. Dan sekarang Yeni tahu bahwa Elis berkata apa adanya soal ukuran kelamin para teman kencannya, yang satu ini sudah dilihatnya sendiri.
Kontol panjang yang gemuk. Mengacung gagah dengan urat-urat bertonjolan mengitari batangnya yang dari mengkilatnya saja Yeni udah maklum pasti keras banget itu. Entah kenapa Yeni terbayang kontol suaminya, dan ohh ya ampun jauhhh banget bedanyaini diameternya hampir 2,5 kali lipat punya Mas Igun, belum lagi panjangnya, hampir sebesar lengan, yeni melirik lengannya sendiri.

kontole sak jaran kabbyeh Yenhahhahah

Yeni menelan ludahnya. Melihat bagaimana Elis susah payah berusaha memasukkan kontol gemuk itu kedalam mulutnya. Hanya muat setengah, jemari Elis yang lentik dengan lembut meremas kantung peler Saddam Hussein yang menggantung, kepala Elis mengangguk angguk, air liur mulai meleleh dari bibir tebalnya yang monyong-monyong melingkari batang kontol Saddam Husein.

Pelan tapi pasti pantat Saddam Husein yang kokoh itu mulai bergerak, memajumundurkan kontolnya dalam mulut Elis. Mereka berdua bagai sengaja memberi tontonan sekaligus mengajari Yeni bagaimana memanfaatkan mulut untuk memuaskan laki laki. Suara kecipak lidah Elis yang penuh ludah dan lendir terdengar memenuhi ruangan.
Makin lama pantat seksi Saddam Husein ini makin lancar maju mundur, Elis mulai mengeluarkan suara suara seperti tersedak dan beberapa kali seperti mau muntah, rambutnya dijambak, mulutnya dikocok dengan kecepatan konstan, air mata meleleh dari kedua sudut matanya. Beberapa kali ia melirik Yeni yang tercekat melihatnya.

Suamimu lagi kerja, kamu malah ngisap kontol orang LisLis. Saddam Husein menggeram, mempercepat kocokannya dimulut Elis. Laki laki itu menoleh pada Yeni, memberi isyarat agar Yeni mendekat. Yeni ngga tau kenapa dia seperti terhipnotis, seakan akan sudah tahu apa yang diinginkan Saddam Husein ini, ia berdiri, melepas celana panjangnya berikut cd yang tergulung didengkul dan pakaiannya yang tersisa. Telanjang bulat Yeni kemudian merapatkan tubuhnya, payudaranya yang besar segera saja diremas dengan gemas, yang seketika membuat putingnya mengacung. Tangan kanan Yeni melingkari pinggang pria itu, sedang tangan kirinya kini seakan mengikuti naluri alamiah tanpa diminta, meraba, memegang dan membelai pangkal kontol gemuk itu. Ia remas gemas kantung pelir yang menggantung, dan saat Saddam Husein itu menatapnya, segera saja ia melumat bibir pria itu dan menghisap lidahnya.

Bagai simfoni mereka bertiga seperti tahu apa yang harus dilakukan untuk memuaskan diri masing-masing. Setelah bosan merasakan sedotan Elis, giliran mulut Yeni yang dikocoknya. artikelbokep.com
Dan hebatnya dengan segera Yeni berubah, dari ibu rumah tangga biasa yang polos, menjadi perempuan binal yang ahli menghisap kontol. Elis masih menungging diatas sofa saat Yeni pelan-pelan beringsut jongkok. Didepannya kini mengacung kontol jumbo yang basah kuyup karena ludah Elis. Baru tadi Yeni melihat bagaimana Elis menggunakan mulutnya, ia langsung melakukannya dengan cara yang sama, bahkan lebih baik lagi, berkali kali ia berhasil menceploskan kontol panjang dan gemuk itu sampai pangkalnya. Mentok sampai hidungnya mendarat di pusar sang Saddam Husein yang seketika menggeram hebat.

Bergantian Yeni dan Elis membiarkan mulut mereka dihajar si Saddam Husein, dan diantara rasa pegal dirahang dan kebas dibibir Yeni benar-benar takjub dengan daya tahan pejantan setengah baya ini. Tak pernah sekalipun Saddam Hussein ini mengghentikan sedotannya atau sedotan Elis, malah mereka berdua kadang yang berhenti sejenak untuk mengambil napas atau sekedar meludahkan keluar gumpalan lendir yang memenuhi mulut mereka. Saat kemudian si Saddam Husein menggiring mereka berdua untuk nungging berjejer dipinggir Bed, Yeni sadar pukul 3 sore pasti akan terasa sebentar saja hari ini.
Napas si Saddam Husein mendengus-dengus dengan cepat saat ia memompa kontolnya keluar masuk dalam memek Yeni. Rasanya enak sekali. Baru kali ini Yeni merasakan nikmatnya dientot, memeknya bagai tersumpal oleh bonggolan daging panas yang keras bagai kayu. Sebentar saja ia kembali merasakan otot panggulnya mulai berkedut-kedut, awalnya samar-samar menjalar ke memeknya, dan saat kontol besar itu terus menerus keluar masuk memeknya, bahkan sampai mentok, maka kedutan itu terasa makin nyata, dan puncaknya ia kembali mengejang, orgasmenya yang datang kali ini jauh lebih dahsyat ketimbang yang pertama.

Terkejat-kejat, Yeni pun ambruk. Ruangan itu sejuk oleh pendingin ruangan yang disetel maksimal, tapi tubuhnya basah berkilat oleh keringatnya bercampur dengan keringat pejantannya. Napasnya memburu, dan rambut panjangnya kusut masai.
Dalam lemasnya, Yeni mendengar Elis mulai mengerang nikmat. Yeni beringsut membalikkan badan. Ingin dilihatnya bagaimana pejantan itu menghajar teman baiknya tanpa ampun.
Sama sepertinya, sebentar saja memek gundul Elis yang bengkak merah keunguan itu berkedut kedut orgasme dihajar kontol gemuk panjang si Saddam Husein. Tapi hebatnya Elis tidak langsung terkapar lemas seperti dirinya. Walau terkejat-kejat sesaat, Elis tetap nungging, dan daya tahan itu nampaknya membuat si Saddam Husein menggila. Yeni merasakan sensasi aneh yang mulai kembali menjalari tubuhnya. Tapi apa yang dilihatnya itu belum semuanya. Saat Saddam Husein itu melumuri batang jumbonya dengan jelly, dan mencolok lubang tai Elis dengan 3 jarinya, baru Yeni berpikir inilah puncaknya, ya puncak pengalaman seks nyeleweng pertamanya yang ngga akan bakal dialaminya kalau hanya dengan Mas Igun suaminya. Yeni menahan napasnya saat si Saddam Hussein mengarahkan kepala kontolnya ke lubang tai Elis.
Kali ini Elis terdiam, ngga ada lagi suara desah dan erangannya, yang ada hanya seringai jerih saat ia mulai disodomi dengan gerakan pelan, ritmis namun mantap.

Yeni memeriksa hapenya, dan melihat 2 kali panggilan tak terjawab suaminya.
Sekali Pukul 11.30
Sekali Pukul 13.05
Atas saran Elis dia menelfon balik. Sama sekali tiada kegugupan ketika ia berbicara dengan Mas Igun, ia mengatakan terpaksa menunggu karena orderan yang mereka cari baru pukul 15.00 sampai di outlet. Pas mas Igun menelfon, Yeni mengatakan ia berada di Time Zone yang full music dan bising, jadi sama sekali ngga dengar ada telf masuk. Kebetulan ketemu sama emak-emak kenalannya yang lagi ngawasin anaknya main di Time Zone. Yeni menjelaskan bahwa Aini dan Arif sudah dititipkan sama neneknya. Sama sekali tidak ada yang janggal, Mas Igun cuman bilang kalau dia mungkin pulang agak telat, mungkin lepas magrib baru pulang.

Udah gitu aja.
Elis menyeruput Espreso-nya, matanya berbinar ketika tersenyum.
Ngga nyangka deh Yenkamu gilak juga ya
lebih gilak si Saddam Huseinmu itu donk Lis
Mereka berdua terbahak bersama.
Memeknya masih terasa tebal, dan buridnya perih.
Sama dia udah berapa kali Lis
ohh dia jarang. Ini yang ke tiga kalinya. Orangnya sibukan gitu. Terakhir kami gituan hampir 2 bulanan yang lalu gitu deh

Yeni menyedot jus terong belandanya, kali ini dia berbisik.
Ampun itu kok bisa kayak gitu ya ukurannya. Lama lagi keluarnya
Kan aku udah bilang.sak jaran Elis cekikikan.
Kamu pikir aku bohong ya
Jaran gemblung..gemblung.
Masih setengah jam lagi pukul 15.00. Seingat Yeni, jam kamar hotel itu menunjukkan pukul 10.05 saat ia dan Elis masuk. 15 menit kemudian baru si Saddam Husein datang, dan semuanya dimulai. Sekitar pukul 14.15 mereka meninggalkan kamar, meninggalkan si Saddam Husein yang katanya mau tidur dulu kecapean. Berarti hampir 4 jam ia dan Elis habis dikerjai Saddam Husein gilak itu.

11.30 WIB panggilan tak terjawab Mas Igun pertama.
Gerakan si Saddam Husein menyodomi Elis mulai tidak beraturan, makin lama makin cepat, Elis sendiri kini makin melebarkan lututnya, menaikkan pantat memberi akses selebarnya buat kontol jumbo itu keluar masuk lubang tainya, si Saddam Husein menjambak rambut coklatnya yang tebal membuat Elis terdongak nanar menatap langit-langit kamar.
Dan saat pria itu memberi isyarat pada nya, Yeni tahu apa yang harus dilakukannya.
Aaargghhhh Elis menjerit tertahan saat tiba tiba bonggolan jumbo yang sedari tadi menyumbat keluar masuk lubang tainya dicabut, diikuti lenguhan puas pejantannya yang menahan ejakulasi.
ugggghhh.

Yeni membuka mulutnya lebar lebar dan menjulurkan lidahnya keluar dengan pasrah saat pria itu menggangsurkan kontolnya. Ia memang sudah bersimpuh disamping Elis. Dan begitu ujung kontol pria itu menyentuh pangkal tenggorokannya, dan hidungnya menempel pada pusar yang berbulu, meledaklah ejakulasi pejantan tangguh mereka itu. Berkedut kedut didalam mulutnya, Yeni menelan habis bermili mili liter sperma kental yang muncrat. Sebagian sperma itu, yang saking banyaknya, meleleh keluar dari sudut bibirnya, mata Yeni terasa pedas, air mata meleleh tanpa bisa dicegah akibat tenggorokannya terganjal kontol jumbo yang masih terus berkedut kedut.

Mereka berdua terus ngobrol sambil sesekali melihat orang-orang yang lewat. Tak ada satupun yang mereka kenal.
Untuk mengontrol kehamilan Yeni rutin minum pil KB. Dia beruntung, sebab badannya bereaksi baik dengan pil kontrasepsi itu, tidak mengubah bentuk badannya menjadi gemuk seperti emak-emak lain yang badannya melar setelah minum pil KB. Cuman saja secara hormonal agaknya ada pengaruhnya, nafsu seks nya menjadi menurun. Namun Yeni heran, hari ini dia merasakan nafsu seks nya berkobar-kobar. Mungkin terpengaruh suasana kali ya, atau emang si Saddam Hussein itu kelewat seksi hingga membuatnya bergairah. Elis menggunakan Implant yang disisipkan dilengan atas sebelah bawah tangan kirinya.

13.05 panggilan tak terjawab Mas Igun yang kedua
Yeni berbaring telentang dengan kedua kaki terkangkang lebar ditepian bed, pahanya terlipat maksimal hingga menyentuh payudara. Kedua tangannya menahan paha agar tetap membuka lebar. Hampir sepuluh menit pak Edi menjilati memek dan lubang tainya. Rasanya enak sekali melihat laki laki yang begitu berwibawa dan nyaris tanpa senyum itu jongkok didepan memek dan lubang buridnya yang terbuka, meruyakkan lidah tebal ke memek dan lubang tai nya. Elis lagi dikamar mandi membersihkan diri setelah habis habisan disodomi barusan, mungkin sekalian boker pikir Yeni.

Entah sudah berapa kali si Saddam Husssein mencolokkan jari nya kedalam lubang tainya. Yeni maklum, pria ini menginginkan lubang tainya juga, dan anehnya, dia justru merasa tertantang. Que serra serra, apa yang akan terjadi terjadilah. Awalnya sakit, membuat Yeni mengaduh dan lubang tainya berkontraksi menutup begitu. Tetapi dasarnya si Saddam Hussein ahlinya, dengan lembut ia kemudian menjilati lagi lubang burid Yeni.
Keenakan, Yeni mulai mendesah
Saddam Hussein colokkan lagi jarinya kedalam burid. Desahan Yeni berubah jadi erangan, perasaan mulas memenuhi perutnya saat lubang buridnya tersumbat jari gemuk si Saddam Hussein.
Jari dicabut, dilanjut jilatan panas dari ujung-ujung lidah, Yeni mendesah lagi.
Begitu berulang-ulang. Desahan dan erangan Yeni bergantian memenuhi ruangan.
Selain punya stamina luar biasa kuat, Saddam Hussein ini juga sabar banget batin Yeni sambil mengerling ke bawah. Sesaat tanpa disadari oleh orangnya, Yeni menjelajahi wajah bergaris tegas yang asik menjilat dan mencolok buridnya itu. Tentu dia seorang suami yang bertanggungjawab. Apakah pekerjaannya? Apakah istrinya juga diperlakukan begini? Saat tiba-tiba pria itu, yang sadar bahwa perempuan yang sedang ia siksa birahinya ini menatap wajahnya diam diam, balas menatap kerlingan Yeni dengan tatapan mata tajam, Yeni merasakan seakan dirinya terjun bebas ke dalam lubang dalam dan gelap. Darahnya naik ke muka, membuat wajah cantiknya bengap bersemu merah menggairahkan.
3 jari tangan kanan si Saddam Hussein sudah tertanam mantap di dalam anusnya. Yeni ternganga, menatap takjub begaimana lebarnya ternyata lubang tainya, sambil memastikan 3 jari tetap memenuhi anus Yeni, si Saddam Hussein kemudian berdiri pelan-pelan, dengan tangan kiri ia genggam dan cobloskan kontolnya ke memek Yeni yang secara otomatis mulai membuka bersamaan dengan melebarnya anus.
Untuk kesekian kalinya rintihan Yeni pecah. Gilaakkkkberasa banget kontolnyaaaahhh jerit Yeni dalam hati, mulutnya terbuka, kepala terkulai jatuh dibantal dan mendongak. Hampir 5 menit tubuhnya terguncang-guncang akibat pompaan kasar dimemeknya.
Rintihan berganti dengan desah kecewa saat pejantan itu mencabut kontolnya, kemudian lubang tainya terasa bebas dari sodokan 3 jari sialan itu, tapi tak lama, karena sesaat kemudian anusnya kembali terasa melar dan sesak, sesuatu yang besar, keras dan panas mendesak-desak masuk, dalam takjubnya Yeni tahu, akhirnya dia disodomi juga, seperti Elis.
Rintihan dan desahan Yeni berubah jadi erangan saat pria itu membalikkan badannya, menungging Yeni kembali disodomi, kali ini lebih ganas, lebih bertenaga. Rasa sakit dilubang tainya sudah daritadi hilang, berganti dengan sensasi nikmat mirip mirip seperti sensasi kotoran yang melewati anus pada saat boker, Cuma bedanya ini kotorannya luar biasa besar, keras dan panas, dan tidak keluar begitu saja, tapi keluar masuk seakan menggaruk dinding anusnya yang sedari tadi juga udah menggatal.

Rambutnya dijambak membuat kepala Yeni terdongak, pandangan Yeni mengabur oleh air mata yang keluar tanpa disadarinya. Tubuh Yeni terguncang-guncang hebat. Tak pernah Yeni membayangkan akan mengalami ini, disodomi pria asing dalam penyelewengan pertamanya. Dan ternyata rasanya memang enak banget. Pantas Elis ketagihan. Sudah enak, dapat uang pula.

Kaget banget aku Yen pas keluar dari kamar mandi.
Hemmmm.
Dia ngga pernah sekasar itu lho amaku
Emang edan itu orang
Kamu kayaknya udah sering deh yen
Sering apaan?
Di boollin gitu
Ngga.baru sekali ini loh
Lahhhtapi kok kayak udah biasa aja ya..
Malah kamu yang kesetanan duluan nyodok-nyodok kebelakang..
Yeni menutup mulutnya menahan tawa. Ternyata Elis memperhatikan kejadian waktu dia disodomi.
Emang dia aja yang pinter mancing nafsu orang. Dasar tukang ngentot..

Arloji Yeni udah menunjukkan pukul 15.00. Itu arloji baru.
Kedua sahabat itu saling pandang sesaat, tanpa berkata-kata.
Semuanya berubah sejak hari ini.
Yuk pulang udah sore.. kata Elis. Yeni mengangguk. Ia berdiri, lubang buridnya masih perih. Kata Elis mungkin 3 hari-an baru normal lagi, beda dengan Elis yang emang dah sering banget di boollin, Yeni perlu sedikit waktu untuk recovery.
Menuju parkiran sepeda motor masing-masing kedua perempuan cantik itu tenggelam dalam alam pikirannya sendiri sendiri.

Kulakukan demi Mas Igun, juga demi masa depan Aini dan Arif, batin Yeni menghibur diri sendiri.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Related posts