Cerita Sex Obat Galau Dari Guruku

 

Kali ini akan memberikan cerita dari salah seorang sex maniax yang bernama andi yang ingin berbagi pengalaman pribadi nya. Agar dapat masuk SMA NEGERI UNGGULAN.Penasaran yuk langsung saja kita simak cerita di bawah ini.

Untuk Bisa masuk ke SMA NEGERI unggulan, dan dia harus bisa lulus dengan nilai yang bagus, saat aku sedang berkonsentrasi , tiba tiba aku diberi pengenalan akan seks yang dan menjadikan konsentrasiku untuk mendapatkan nilai bagus agak buyar, aku sangat kecewa sekali dengan nilai nilai yang turun , dan wali kelasku sempat memanggilku karena nilaiku ujian ku yang begitu merosot.

kemudian aku dipanggil ke ruang BP (Bimbingan Penyuluhan). Mereka berusaha menghiburku dan membangkitkan semangatku. Beberapa guru mata pelajaran utama sepakat bahwa untuk mengembalikan konsentrasiku, mereka akan memberiku les privat selama sebulan.

Setiap pulang sekolah sampai sore aku wajib belajar privat di sekolah atau di rumah masing-masing guru. Tapi karena siang hari sekolah sepi, akhirnya aku harus ke rumah guru guru yang sepakat untuk memberiku pelajaran tambahan. Aku jadi teringat saat harus sering belajar privat untuk lomba pelajar teladan.

Siang itu adalah jadwal privat Bahasa Indonesia, ini adalah privat ketiga aku datang ke rumah Bu Amel. Biasanya Pak Endang, suami Bu Amel yang membukakan pintu, namun kali ini Bu Amel sendiri yang membuka pintu dan kami privat di ruang tamu.

Setelah selesai biasanya Pak Endang menemani dan kami ngobrol sebentar dan Pak Endang turut memberiku semangat. Tapi kali ini dia tidak keluar menemuiku.

“Bapak kemana Bu? Sakit?”, tanyaku

“Tadi pagi pergi sama temannya, ada urusan ke kalimantan. Katanya urusannya sampai sore terus langsung kembali lagi, paling2 sekitar jam 7 jam 8 sampai rumah,” jawab Bu Amel

“di, kalau menurut ibu, kamu tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar pasti karena cewek”, Bu Amel membuka pembahasan. dan Aku hanya memberikan senyuman kepada bu Amel Karena Malu.

“Ibu perhatikan dulu kamu dekat dengan Diah dan menurut ibu kalian cukup dekat. Ibu tahu dari wajah dan bahasa tubuh kalian,” Bu Amel coba memancing. Aku masih diam.
“Satu lagi. Ingat waktu kamu dan teman-teman sekelas membantu mempersiapkan pernikahan ibu di rumah orang tua ibu?” tanyanya
“Iya. Kami sampai harus menginap semalaman”, jawabku

“Anak perempuan dan anak laki-laki pada saat itu harus tidur terpisah di balai desa. Anak perempuan tidur di dalam dan anak laki-laki tidur di luar dekat tenda. Disitu ibu lihat kamu berbeda”, . Aku sedikit tertegun dan ingin mendengar penjelasan dari bu amel.

“Tidak seperti anak lain, kamu tidur pakai sarung dan dibalik sarung kamu tidak pakai celana atau celana dalam”. Sebelum sempat bertanya Bu Amel melanjutkan, “Malam itu ibu beberapa kali keluar, ibu lihat kamu seperti bermimpi dan ibu lihat dibalik sarung penismu ngaceng.

Lalu dinihari ibu keluar lagi, dan ibu lihat lagi-lagi penismu ngaceng dan sarungmu basah. Kamu mimpi basah ya waktu itu tanya bu amel. Jadi menurut ibu masalah kamu adalah masalah wanita”, kata bu amel menyimpulkan.

“Darimana ibu tahu, kalau aku ngaceng?” tanyaku dengan wajah polos.

“Justru ibu juga kaget, karena kelihatannya ukuran penismu besar sehingga terlihat jelas. Kalau ibu perhatikan, kamu tidak pernah pakai celana dalam. Ini berarti kamu sudah banyak tahu tentang seks. Kamu sudah berhubungan badan dengan Diah? Atau seseorang?”, tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku.

“Kalau begitu pengalaman seks apa yang sudah pernah kamu rasakan? tanya bu amel sambil merendahkan suaranya. dengan penuh keraguan, aku pun mulai menceritakan pengalamanku dengan winny sampai citra. dan aku pun menceritakan pengalaman ku tahu terhadap sex melalui film film porno yang aku beli dari penjual CD di pinggir jalan. jawabku.

Ibu juga dulu perna menonton film porno bersama teman teman ibu.kata bu amel. Tapi pengalaman ibu dengan laki laki hanya sampai cium kening dan pipi saja sedangkan pengalaman melakukan seks hanya dengan suami ibu itu pun tidak seperti yang di film film porno. kata bu amel.

Aku dengar memang Bu Amel adalah guru primadona, karena memang wajahnya mirip dengan artis sexy aura kasih dan perawakannya cukup tinggi dan langsing. Tambah lagi ia selalu rapi, segar dan murah senyum. Banyak sekali, lelaki yang berusaha mendekatinya dulu dan beberapa perna dekat dengan nya walaupun sebentar kemudian entah bagaimana bisa dia memilik pak endang si perjaka tampan yang merupakan seorang lulusan teknik.Dan menikah beberapa bulan lalu.

Kemudian, bu amel tiba tiba saja mengatakan kepada ku bahawa dia sangat ingin mencoba adegan film porno yang dulu pernah di tonton nya. hal tersebut langsung membuat ku terkejut dalam hati aku berkata wah ada apa ya sama pak endang kenapa walikelas ku sampai sangat horny pagi ini.

Bu Amel pun menceritakan tentang adegan film porno yang pernah ditontonnya, membuatku sedikit terangsang, sehingga tanpa bisa dicegah, batang pistolku pun berdiri dan terlihat sangat jelas cetakan lekuk penisku di celana hal itu karena kebiasaan ku yang tidak suka memakai celana dalam. Bu Amel pada saat itu seperti tidak menyia-nyiakan kesempatan itu matanya lansung melirik tajam ke arah celana ku.

“Coba kamu berdiri”, kata Bu Amel. Aku ragu dan malu karena penisku waktu itu sedang ngaceng, tetapi Bu Amel membantuku berdiri.

“Kamu memang tidak pernah pakai celana dalam ya,tanya bu amel, jadi kalau lagi ngaceng bisa kelihatan”, katanya.kemudian bu amel menarikku pindah dari ruang tamu ke ruang makan. Dia duduk di kursi makan sedangkan aku berdiri disampingnya.

Lalu dia meneruskan cerita adegan di film porno. Dan Yang membuat aku kaget dan dag dig dug adalah sambil bercerita, tangannya mengusap ngusap lembut celanaku persis dibagian penisku yang ngaceng. Aku yang tadinya bingung akhirnya memutuskan untuk menikmati belaian tangan Bu Amel. Memejamkan mata dan sedikit mendesah.

Saat sedang asyiik menikmati rabaan halus tangan bu amel, tiba-tiba bu amel melorotkan celanaku dan secara spontan aku pun menutupi batang pistolku yang sudah ngaceng waktu itu dengan tanganku. Dengan lembut dan perlahan Bu Amel menyingkirkan tanganku dari batang pistolku. Sejenak dia memperhatikan batang pistol ku dan mengukur dengan jengkalan tangannya. Lalu membelai2 penisku.

“Hebat kamu, kecil-kecil tapi burungnya gede juga”, katanya.

Lalu dia melanjutkan cerita adegan film porno lagi, sambil memberi contoh. Saat bercerita tentang adegan si wanita mencium penis si laki2, Bu Amel juga menciumi penisku Lalu…diemut!. Ahh… aku kaget, berjuta rasa bercampur aduk yang kurasakan.
Ini pertama kali batang pistolku diemut emut oleh perempuan dan kali ini di emut oleh Ibu guruku yang primadona itu pikirku. Lalu dia memasukkan penisku lebih dalam ke mulutnya. Mengeluarkan dan memasukkan penisku kemulutnya. Berulang-ulang.

Lama juga Bu Amel menikmati batang pistolku yang seperti ice cream. Daripada berdiri, aku merebahkan diri di lantai, dan Bu Amel tetap tak mau melepaskan penisku dari mulutnya, dia tetap mengemut batang pistol ku meskipun aku merebah kan diriku di lantai. dapat Kulihat belahan buah dadanya yang sangat montok dan padat, aku yang pada saat itu sedang horny langsung saja menyelipkan kedua tanganku menggerayang dada bu amel yang montok dan kenyal, yang pertama kali ku incar adalah pentil susu nya. Bu Amel mendekatkan susunya agar mudah terjangkau oleh tanganku.

Sambil ku mainkan puting nya yang waktu itu kutarik dan ku putar putar dengan kuat kemudian sambil mendesah kecil Bu Amel bercerita lagi, dan semakin bernafsu memainkan batang pistolku. Aku menggeser badanku sehingga kepalaku lebih dekat ke bagian pinggulnya. Kuangkat rok yang di pakai oleh bu amel waktu itu, dan aku mencoba untuk celana dalamnya.Kemudian Bu Amel membantu membuka rok dan mencopot celana dalamnya sendiri, sambil tetap mengemut penisku. Wow, vaginanya tebal sekali dengan bulu jembut yang lebat seperti hutan riba namun harum pikir ku.

Kuberanikan diri mendekatkan wajahku ke vaginanya, Bu Amel sengaja membuka kakinya sehingga terlihat jelas vaginanya. Pemandangan ini tidak kusia-siakan. Tanganku segera membelai jembut dan vaginanya. Kubuka bibir vaginanya dan inilah pertama kali aku melihat bagian dalam vagina. Ada itil dan ada lubang.

Sesuai dengan arahan Bu Amel tentang adegan berikutnya, maka aku mainkan itilnya dengan jariku. tubuh Bu Amel pun bergetar. Lalu kucoba untuk memainkan jariku di lubang vaginanya. Dengan rasa penasaran aku mencoba mengikuti semua instruksi instruksi yang di berikan Bu Amel untuk menciumi vaginanya.

Saat kucium, sejenak Bu Amel menghentikan mengemut penisku. Lalu kucium lagi, kubuka bibir vaginanya dan itilnya kujilati dengan lidahku. Ahh.. Bu Amel mendesah dan meremas kuat batang pistol ku yang sudah mengeras waktu itu, sambil mengocok batang pistolku dengan mulut dan tangannya. Bu Amel berhenti bercerita dan kami menikmati permainan yang berlangsung waktu itu.

Setelah itil, kujilati juga seluruh bagian vaginanya dan lubang vaginanya. Rasanya aneh. Akhirnya aku hanya menciumi bagian luar vaginanya. Cukup lama aku menikmati menciumi dan menjilati vagina bu amel.

Selanjutnya kuarahkan jariku ke lubang vaginanya. Kumasukkan jariku kedalamnya. Bu Amel mendesah lagi. Di dalam vagina Bu Amel kurasakan ada gundukan kecil Didalamnya, jariku serasa dipijit2 oleh vaginanya. Kukeluar masukkan jariku ke vagina bu amel, dan tubuh Bu Amel mengeliat. aku pun terus melakukan nya sampai akhirnya Bu Amel mengejang. Kelihatannya dia sudah sampai puncak kenikmatan dapat kurasakan vagina nya berdenyut denyut dan mengeluarkan cairan bening.

Adegan ini membuatku semakin terangsang. Setelah cukup lama, kurasakan batang pistol ku sudah mau menembakkan peju putih atau yang biasa di sebut mani. photomemek.com Aku bernafas kencang, Bu Amel semakin mempercepat kocokan nya. Dan akhirnya…. Aaahhh, batang pistol ku pun menembakkan air maniku muncrat keluar. Bu Amel yang tidak siap, membuat sebagian air maniku masuk ke dalam mulutnya dan sebagian mengenai muka dan matanya.

Aku terlentang lemas dengan wajah masih mencium vagina Bu Amel. Sementar Bu Amel juga lemas dengan kepala di pahaku dan mencium penisku yang mulai menyusut. Tak lama kemudian ia mengambil lap untuk membersihkan air mani ku dan cairan vaginanya yang berceceran di lantai. Lalu dia menuntunku kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Aku menyiram dan membersihkan penis dan sekitar selangkangan. Bu Amel mengambil handuk dan kemudian ikut masuk kamar mandi untuk membersihkan. Ternyata Bu Amel malah mencopot baju dan bh nya sehingga bugil. Wah ternyata badan Bu Amel mulus, dengan warna kulit khas orang sunda. Susunya tidak terlalu besar, tetapi putingnya cukup panjang, mungkin hampir 1 cm. Bu Amel yang berusia 22 tahun dan baru menikah dengan Pak Endang beberapa bulan lalu.

“Kalau habis seks, sebaiknya mandi”, dia menjelaskan. Aku ikuti sarannya dan mencopot semua pakaian dan mandi bersama.

Bu Amel membantu memandikanku dan dia menyabuniku dari atas. Agak lama dia menyabuni penisku, sambil digosok-gosok. Katanya biar bersih, tapi kenyataannya batang pistol ku menjadi ngaceng lagi, dan dia hanya tersenyum. Lalu dia minta aku menyabuninya. Aku pun menurutinya sambil menyabuni Bu Amel dari atas sampai bawah, dan sengaja berlama2 saat menyabuni susunya. ketika menyabuni susu nya sengaja ku remas-remas susu dan memainkan putingnya. Bu Amel hanya tersenyum kecil.

Begitu juga saat menyabuni vaginanya, aku sengaja memainkan itilnya. Setelah menyiramkan air untuk menghilangkan sabun, kulihat susunya sangat menantang. Aku beranikan diri mencium dan menghisap susu bu amel secara Bergantian dari kiri dan ke kanan

hal itu membuat aku kembali terangsang, dan kutempelkan penis ngacengku ke pantat bu amel dari belakang. Lalu membalikkan tubuh Bu Amel dan menempelkan penis ke vaginanya dari depan. Kugesek2an dan kami berciuman. Permainan ini membuatku ingin mencoba memasukkan batang penisku ke dalam vagina bu amel. Kupegang penisku dan kuarahkan ke vaginanya. namun tiba tiba terdengar suara

“Jangan ya.. ibu belum hamil. Ibu ingin punya anak dari Pak Endang”, katanya lembut.

“Digesek gesek gini saja” katanya sambil mempercepat gerak pinggulnya.

Kelihatannya Bu Amel menikmati gesekan penisku divaginanya, dia mendesah kecil. seperti nya bu amel sangat menikmati permainan itu setelah sekian lama menggesek gesek kan batang pistol ku ke bibir vagina nya. Bu Amel mendesah panjang dan kembali kurasakan ada cairan bening hangat keluar dari dalam vaginanya kemudian bu amel pun lemas dan merebahkan kepalanya dipundakku. Sedangkan aku terus menggesek2an penisku.>
Bu Amel terduduk lemas di kamar mandi, kubiarkan bu amel yang lemas duduk di lantai kamar mandi sambil tidur di pangkuanku. kamu hebat sekali dapat membuat ibu seperti ini kata bu amel
“Sudah dulu ya.. terus cepat mandinya. Sebentar lagi Pak Endang pulang”, tiba2 Bu Amel menghentikan permainan kami karena ingat suaminya segera datang.

Tanggung penisku sudah ngaceng, aku merangkak menindih tubuh Bu Amel, “aku mau keluar Bu”, kataku memohon, Bu Amel tersenyum mengangguk. Lalu kogoyang2 pantatku menekan selangkangannya. Sementara tangan Bu Amel memposisikan dan menjaga penisku agar tidak masuk ke lubang vaginanya. Cukup lama aku bergoyang.

Bu Amel yang tadinya pasrah menunggu aku keluar akhirnya menikmati kembali permainan kami. Aku mempercepat goyanganku dan akhirnya maniku meledak keluar di perutnya.

Kelihatannya Bu Amel juga akan memuncak, kedua tangannya memegang erat pinggulkan sambil menggoyang2kan pinggulnya dan menggesek2 vaginanya ke kelaminku. Sampai akhirnya iapun mencapai puncak dan kami terkulai lemas di kamar mandi.

“Aku.. tiga.. kali..sama..kamu..”, kata Bu Amel dengan napas terengah2. Maksudnya tiga kali mencapai puncak.

Tanpa istirahat, Bu Amel langsung mandi. Sedangkan aku membersihkan penisku dulu. Saat akan membersihkan, aku melihat penisku basah diselimuti cairan, tapi bukan maniku, tapi seperti cairan vagina.

Aku kaget, apakah saat gesekan terakhir saat Bu Amel memuncak, tanpa sadar dan tanpa terasa penisku masuk ke vaginanya. Aku memandang Bu Amel yang sedang mandi, diapun melihatku memperhatikan penisku. Dia hanya tersenyum penuh arti dan meneruskan mandi. karena suami nya sudah mau pulang ke rumah

Kami selesai sebelum Pak Endang pulang. Saat pamitan aku ucapkan terimakasih kepada Bu Amel. Diapun mengucapkan terimakasih dan berharap kejadian ini menambah semangat dan konsentrasi belajarku.

Setelah hari itu, aku masih 4 kali lagi les privat di rumah Bu Amel. Tetapi tidak ada kesempatan untuk mengulang kejadian itu, karena Pak Endang selalu ada di rumah. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Related posts